LAZISNU Bantu Santri yang Sebut Prabowo Jadi Menteri

Pekalongan, Kabar Online

Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan Senin (28/10) sore menyerahkan secara langsung bantuan beasiswa bagi Fikri yang didampingi oleh ayahnya, Ali Murdi.

Muhammad Azkal Fikri (20) nama lengkapnya seorang santri dari Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, ramai jadi perbincangan warganet. Fikri menjadi viral lantaran dirinya dianggap mampu ‘meramal’ Prabowo sebagai menteri.

Ya, Prabowo telah dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) dalam Kabinet Indonesia Maju sejak 23 Oktober 2019 lalu. Dua tahun sebelumnya, Mei 2016, Fikri memang sempat menyebut nama Prabowo ketika Presiden Jokowi menanyakan nama-nama menteri.

Momen itu terjadi saat Jokowi menghadiri peringatan Isra Mi’raj 1437 H di Pesantren API Tegalrejo. Di balik viralnya video ‘ramalan’ Fikri, terdapat kabar bahwa santri asal Pekalongan itu kini sudah putus belajar di Pesantren karena terkendala ekonomi. Ayah Fikri, Ali Murdi, hanya kerja serabutan. Untuk membantu ekonomi keluarga, kini Fikri bekerja di tempat pembuatan kain tenun.

Pengasuh Pesantren API Tegalrejo, KH Muhammad Yusuf Chudlori dalam sebuah tulisan yang diunggahnya di Facebook membenarkan bahwa sudah setahun ini Fikri pulang dan berhenti ngaji, dan persoalannya tidak semata-mata biaya di pesantren. Akan tetapi, persoalan di rumah yang lebih menjadikan Fikri tidak bisa konsentrasi belajar di pesantren.

“Kalau soal biaya, di Pesantren Tegalrejo ada 600-an anak yang kurang mampu, dan alhamdulillah pesantren ada subsidi yang masih bisa menutup kebutuhan sehari-hari para santri, termasuk beli kitab dan lain-lain. Jadi Fikri kepengen pulang untuk bisa membantu ekonomi keluarga di Pekalongan,” tulis Gus Yusuf, biasa ia disapa, Senin (28/10).

Mendengar kabar tersebut, Pengurus Pusat (PP) LAZISNU menghubungi pihak Pesantren dan Pengurus Cabang (PC) LAZISNU Kota Pekalongan untuk menyalurkan bantuan bagi Fikri dan keluarga.

“Setelah melihat berita dan tulisan Gus Yusuf di Facebook, kami langsung menghubungi pihak Pesantren dan berkoordinasi dengan LAZISNU Pekalongan untuk bantu Fikri,” ungkap Direktur PP LAZISNU Abdur Rouf, Senin (28/10) sore.

Usai koordinasi, LAZISNU Kota Pekalongan  Senin bakda Magrib langsung menuju kediaman Fikri di Kuripan Lor Gang 23, Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, untuk menyalurkan beasiswa bagi Fikri.

“Kita tahu, Fikri adalah santri yang tekun, gigih untuk belajar di pondok, dan ingin membantu ekonomi keluarga. Namun, kita juga tentu ingin kendala ekonomi tidak menjadi halangan bagi Fikri untuk mondok,” kata Rouf.
Dirinya menambahkan, bantuan berupa beasiswa untuk santri menjadi prioritas bagi LAZISNU karena santri adalah generasi penerus bangsa.

“Beasiswa Santri Nusantara atau kami singkat Besantara, itu menjadi prioritas program kami, bagi santri berprestasi dan santri kurang mampu secara ekonomi. Karena santri adalah pejuang sekaligus penerus bangsa,” pungkasnya.

Ketua PC LAZISNU Kota Pekalongan Abdul Basir kepada Kabar Online Selasa (29/10) membenarkan dirinya mendapat mandat dari LAZISNU Pusat untuk menyerahkan bantuan kepada Azkal Fikri. “Tugas itu sudah kami laksanakan Senin (28/10) didampingi beberapa pengurus LAZISNU Kota Pekalongan,” jelasnya.

Pewarta: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Vaksinasi Aman, Masyarakat Jangan Ragu

Pekalongan, Kabar OnlineLanjut usia (lansia) termasuk kelompok rentan Covid-19, kendati demikian kesadaran mereka untuk ikut vaksin cukup tinggi. Pemerintah Kota Pekalongan melalui Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fayankes) di Kota Pekalongan setiap Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat melayani vaksinasi lansia baik untuk dosis pertama atau kedua. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto saat […]

Ratusan Lansia Suntik Vaksin di Museum Batik

Pekalongan, Kabar OnlinePemerintah Kota Pekalongan menggelar vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Halaman Museum Batik Jumat (23/4) dan Sabtu (24/4) pukul 20.00 wib. Ratusan lansia antusias disuntik vaksin Covid-19 sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid SE mengungkapkan bahwa Kota Pekalongan ditarget oleh provinsi dan pusat untuk vaksinasi 19.000 orang. “Ini masih […]