Habib Luthfy Jelaskan Makrifat di Majelis Kliwonan

Pekalongan, Kabar Online
Rais ‘Aam Jam’iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya menjelaskan peranan makrifat dalam takaran minimal (awam).

“Bagaimana peranan makrifat kepada Allah pada tingkatan yang tinggi tidak berani kami sampaikan kepada umum,” kata Habib Luthfi mengawali taushiyahnya.

Tetapi, lanjut Habib Luthfi, bagaimana peranan makrifat dalam tingkatan yang lebih rendah, bilamana makrifat itu semakin tambah akan menyelamatkan seseorang dari tipu daya nafsu.

Hal itu dijelaskannya dalam Majelis Dzikir dan Ta’lim rutinan Kliwonan di Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Jawa Tengan, Jumat (01/11) kemarin.

Dikatakan, tandanya bilamana makrifat itu semakin tambah, kita akan mengetahui tipu dayanya nafsu, tetapi apabila makrifat itu melentur kita akan mudah terombang ambing nafsu.

“Contoh kecilnya, bisa kita rasakan ketika selesai makan biasanya seseorang akan mengucapkan hamdalah. Namun itu belum cukup, sebab sebagian besar manusia yang mengucap hamdalah itu sebab merasa sudah kenyang,” jelasnya.

“Dari kenyang itu kira-kira nembus atau tidak kepada yang menciptakan kenyang? Sehingga di dalam makan kita itu banyak membawa kita kepada ibadah dan ingat kepada Allah, itulah makrifat,” sebutnya.

Menurut Habib Luthfy, ukuran sederhananya yakni dengan sesuap nasi kita akan bertambah syukur. Tetapi tantangannya syukur adalah mampukah kita tambah taat kepada yang menciptakan nasi?

“Dan seterusnya itu tinggal bagaimana kita memaknai dan mengarahkan syukur itu supaya lebih taat beribadah kepada Allah,” tandasnya.

Seperti biasanya, pengajian pagi itu terlebih dahulu diawali dengan pembacaan maulid oleh Azzahir dilanjutkan dzikir mujahadah yang dipimpin langsung oleh Habib Luthfi.

Setelah itu, barulah Ketua Forum Ulama Sufi sedunia itu menyampaikan nasehat Kiai Mushonnief kitab Jami’ul Ushul fi Thariqatil Auliya’ tentang peranan makrifat.

Pewarta: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Agar Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Integrasikan Data Kemiskinan

Pekalongan, Kabar OnlineData kemiskinan yang tidak sinkron antara pemerintah daerah dan pusat, antara Dinsos P2KB dan OPD terkait menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran. “Pemkot ingin mengakhiri kondisi tersebut dengan pembaruan data calon penerima manfaat Jaring Pengaman Sosial (JPS), terutama kelompok di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahap III yang masih berproses,” ujar Wali Kota […]

Tahun ini Habib Luthfi Serahkan Zakat Fitrah 230 Ton Beras

Pekalongan, Kabar OnlineTokoh ulama Pekalongan yang juga Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya tahun 1441 Hijriyah mengeluarkan zakat fitrah beras sebanyak 230 ton. Jumlah ini lebih banyak 40 ton dibanding tahun 2019, yakni 190 ton. “Saya berzakat ini semata-mata untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah pandemi Covid-19. […]