Temui Fikri, Wali Kota Ajak Balik ke Pondok

Pekalongan, Kabar Online
Wali Kota Pekalongan, Jawa Tengah, HM Saelany Mahfudz, Jumat (8/11) siang mengunjungi rumah Azkal Fikri santri Pesantren API Tegalrejo Magelang di Kuripan Lor Gang 13.

Kunjungan orang nomor 1 di Kota Pekalongan selain mengajak Fikri kembali ke pondok juga ingin menengok keluarga untuk bersilaturahim sekaligus menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai untuk keluarga Fikri.

“Saya hadir di rumah Fikri karena Fikri perlu dibantu untuk kelanjutan mondok di pesantren yang diasuh KH Yusuf Chudlori di Tegalrejo, Magelang,” ujarnya.

Dikatakan, selain menyerahkan sejumlah bantuan, dirinya atas nama Pemerintah Kota Pekalongan juga akan merehab rumah keluarga Fikri melalui program bedah rumah, memberikan insentif kepada nenek Fikri untuk buka usaha dan biaya adik Fikri untuk kelangsungan sekolahnya.

“Saya memberikan perhatian kepada Fikri bukan karena yang bersangkutan viral di media atas peristiwa kunjungan Presiden RI beberapa tahun yang lalu di Pesantren API Tegalrejo, Magelang. Akan tetapi karena Fikri butuh uluran kita,” tegasnya.

kepada awak media Wali Kota Pekalongan menjelaskan, kedatangan dirinya di rumah Fikri karena rasa takjub atas perjuangan Fikri untuk membantu kehidupan keluarganya dengan cara bekerja meski harus meninggalkan pondok yang belum selesai.

“Apa yang telah dilakukan oleh Fikri harus pulang di saat mondoknya belum selesai karena ingin bantu keluarga sesuatu yang sangat luar biasa, semangat inilah yang harus pemerintah peduli dan harus kita contoh,” ujarnya.

Fikri mengaku gembira dan bersyukur atas kehadiran Wali Kota Pekalongan dan memberikan perhatian kepada dirinya. “Saya sangat bersyukur pemerintah berkenan hadir untuk memberikan kesempatan kepada saya melanjutkan mondok lagi,” ungkapnya.

Dirinya minta doa restunya untuk bisa melanjutkan mondok di pesantren asuhan Gus Yusuf di Tegalrejo, Magelang.

“Semoga dukungan dan dorongan Pemerintah Kota Pekalongan menjadikan saya lebih bersemangat dalam menuntut ilmu di pesantren,” pungkasnya.

Muhammad Azkal Fikri (20) nama lengkap Fikri seorang santri dari Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, sempat menjadi viral karena menyebut nama Prabowo Subianto salah satu menteri ketika Presiden Joko Widodo menamakan nama-nama menteri di Pesantren API Tegalrejo, Pekalongan, Jawa Tengah.

Di balik viralnya video ‘ungkapan’ Fikri, bahwa santri asal Pekalongan itu kini sudah putus belajar di pesantren karena terkendala ekonomi. Ayah Fikri, Ali Murdi, hanya kerja serabutan. Untuk membantu ekonomi keluarga, kini Fikri bekerja di tempat pembuatan kain tenun.

Saat ini keluarga berharap Fikri dapat lebih tenang belajar di pondok. Mardiyono paman Fikri lantas membukakan rekening atas nama Fikri agar uang bantuan yang dikirim atau yang diterima dari banyak pihak dapat dikelola sendiri.

Pewarta: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Ajakan Kerja Bakti Wali Kota Direspons Warga

Pekalongan, Kabar OnlineDalam berbagai kesempatan, baik dalam forum resmi maupun kemasyarakatan, Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz menekankan pentingnya semangat bergotong royong dalam menata lingkungan. Termasuk kerja bakti bersama membersihkan lingkungan. “Saya sangat prihatin, semangat bergotong royong warga Pekalongan mulai luntur. Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh warga di lingkungan RT dan RW untuk […]

Satu Lagi Program Wali Kota Aplikasi ‘Yuk Ngantri’ Diluncurkan

Pekalongan Selatan, Kabar OnlineWali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz beserta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus melakukan inovasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi warganya. Salah satu program terbarunya yakni layanan aplikasi ‘Yuk Ngantri’ diresmikan penggunaannya di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pekalongan Selatan Jalan HOS Cokroaminoto No 347, Kuripan Kertoharjo, Pekalongan Selatan, Jumat (24/1). […]