Wali Kota: Pagelaran Wayang Kulit Dirindukan Warga Pekalongan

Pekalongan, Kabar Online
Kabar tentang akan diadakan pementasan wayang kulit di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan dalam rangka menyemarakkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriyah disambut antusias oleh warga Pekalongan, Jawa Tengah.

“Acara pagelaran wayang kulit sudah lama ditunggu masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya ribuan pengunjung sejak sore hari,” ujar Wali Kota Pekalongan HM Saelany.

Hal itu disampaikan Wali Kota sesaat sebelum pentas wayang kulit kebangsaan dimulai yang dihelat Panitia Peringatan Maulidurrasul SAW 144 Hijriyah di Kanzus Sholawat Pekalongan, Rabu (27/11).

Dikatakan, pagelaran wayang kulit dan kegiatan maulidurrasul di Kanzus Sholawat yang digelar setiap tahun akan sangat berdampak kepada geliat ekonomi di Kota Pekalongan.

“Even Maulidurrasul di Kanzus Sholawat sangat dinanti dan ditunggu masyarakat pengusaha di Kota Pekalongan. Pasalnya, dengan adanya kegiatan yang dilakukan Habib Luthfi sebagai khadimul maulid, hotel-hotel penuh, batik laris, kuliner laku keras, dan oleh-oleh khas Pekalongan jadi laku,” tegasnya.

Karena itu lanjutnya, atas nama masyarakat Kota Pekalongan, Wali Kota menyampaikan terima kasih khususnya kepada Habib Luthfi karena dengan adanya kegiatan ini masyarakat ekonomi Pekalongan jadi bergairah kembali.

“Terima kasih Habib Luthfi, terima kasih masyarakat Pekalongan yang telah hadir nonton pagelaran wayang kulit kebangsaan dengan tertib,” pungkasnya.

Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya mengungkapkan keprihatinannya terhadap lunturnya masyarakat terhadap wayang kulit. Padahal menurutya, dalam dunia pewayangan banyak diajarkan tentang filosofi, tasawuf, akhlak hingga budi pekerti.

“Banyak generasi muda kita tidak kenal dengan dunia pewayangan, padahal di situ banyak diajarkan tentang berbagai hal termasuk masalah filosofi, tasawuf, akhlak, dan budi pekerti,” ujarnya.

Maka dari itu lanjutnya, untuk mengembalikan kejayaan wayang kulit meski diakui tidak bisa secepat membalikkan telapak tangan, budaya mencintai wayang kulit harus kita galakkan kembali.

“Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan budaya kaya akan makna di bumi pertiwi ini dan ini sekaligus nguri-uri warisan Wali Songo,” tegasnya.

Pewarta: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

NU Sragen: Maju Tidaknya LAZISNU Tergantung Pengurusnya

Pekalongan, Kabar Online Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Sriyanto mengungkapkan, berhasil tidaknya Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sangat tergantung kegesitan pengurus dalam mengelola LAZISNU. “Jika pengurusnya aktif, maka LAZISNU akan maju dan berkembang pesat. Akan tetapi jika pengurusnya biasa-biasa saja, maka LAZISNU tidak ada bedanya dengan […]

Peringati Hari Disabilitas, Wali Kota Serahkan Bantuan kepada Penyandang Cacat

Pekalongan, Kabar Online Peringati Hari Disabilitas Internasional tahun 2019, Wali Kota Pekalongan HM Saelany Mahfudz mengajak¬† kaum disabilitas untuk selalu bergembira bersama dan tetap mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada umat manusia. “Kita wajib bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita semua. Hal ini perlu saya sampaikan, agar kita […]