Ancaman Resesi 2020 Tak Surutkan Pemkot Bangun Pekalongan

Pekalongan, Kabar Online
Ancaman resesi tahun 2020 sebagaimana dikatakan para pihak termasuk akademisi, tak menyurutkan langkah Pemerintah Kota Pekalongan benahi kawasan strategis menjadi lebih baik.

Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz dalam berbagai kesempatan mengatakan, tahun 2020 Pemerintah Kota Pekalongan akan benahi Pasar Banjarsari, kawasan Pekalongan Utara bebas rob, dan pembangunan wisata air terbesar di Indonesia.

“Tahun 2020 Pemerintah Kota Pekalongan sudah mendapat ijin pemerintah pusat untuk membenahi kawasan rob, Pasar Banjarsari dan penataan kawasan pantai, juga penataan Alun-alun, lapangan Jetayu dan Mataram agar tampak lebih baik lagi,” ujar Saelany.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto mengatakan, saat ini ekonomi sedang sulit, perekonomian global hampir semua merasakan perang dagang, bahkan harga komoditas masih fluktuatif dan itu sangat berpengaruh.

“Tahun ini mengalami pertumbuhan manufaktur terendah mirip seperti tahun 2014 di mana produktivitas menurun, pengurangan tenaga kerja, dan minimnya ekspansi,” jelasnya.

Menurut Junaidi hal ini dapat berdampak pada kondisi sektor produksi masyarakat Kota Pekalongan, dikarenakan adanya perang dagang China dengan Amerika menyebabkan membanjirnya produk cina yang murah ke Indonesia, sehingga persaingan semakin ketat.

“Apa yang dilakukan Kota Pekalongan sudah tepat diantaranya meningkatkan ketahanan ekonomi. Dengan meningkatkan di sektor perdagangan maupun jasa yang menjadi unggulan kota Pekalongan,” tegasnya, Jumat (29/11).

Dikatakan, setelah pasar kuliner sebagai trend wisata, memperkuat perdagangan merupakan keharusan yang harus dilakukan di tahun 2020 untuk mengantisipasi resesi global. Beberapa hal telah dan akan dilakukan di antaranya membangun pasar kuliner dan meningkatkan dari pedagang kecil menjadi menengah maupun besar lewat pasar.

“Menata wajah Kota Pekalongan yaitu Alun-alun sebagai pusat kota sekaligus wajah Kota Pekalongan merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, wajah biasa dipandang utama yang memberikan kesan baik ataupun buruk bagi wisatawan atau orang Pekalongan sendiri, sementara Alun-alun masih dianggap terkumuh dan semrawut,” bebernya.

Junaidi berharap, pembangunan wisata air yang direncanakan dilaksanakan 2020 harus didukung agar wajah Kota Pekalongan semakin baik dan memberikan kesan yang mendalam bagi masyarakat yang berkunjung ke Kota Pekalongan.

Pewarta: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Agar Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Integrasikan Data Kemiskinan

Pekalongan, Kabar OnlineData kemiskinan yang tidak sinkron antara pemerintah daerah dan pusat, antara Dinsos P2KB dan OPD terkait menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran. “Pemkot ingin mengakhiri kondisi tersebut dengan pembaruan data calon penerima manfaat Jaring Pengaman Sosial (JPS), terutama kelompok di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahap III yang masih berproses,” ujar Wali Kota […]

Tahun ini Habib Luthfi Serahkan Zakat Fitrah 230 Ton Beras

Pekalongan, Kabar OnlineTokoh ulama Pekalongan yang juga Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya tahun 1441 Hijriyah mengeluarkan zakat fitrah beras sebanyak 230 ton. Jumlah ini lebih banyak 40 ton dibanding tahun 2019, yakni 190 ton. “Saya berzakat ini semata-mata untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah pandemi Covid-19. […]