Gus Muwaffiq: Kita Sedang Memasuki Zaman Percepatan yang Luar Biasa

Pekalongan, Kabar Online
KH Muwaffiq dai asal Sleman Yogyakarta mengatakan, saat ini manusia sedang mengalami percepatan yang sangat luar biasa. Jika dibandingkan dengan zaman nenek dulu, saat ini mengalami percepatan tidak lebih dari 20 tahun.

“Zaman yang kita alami saat ini mengalami percepatan yang sangat luar biasa, yang percepatannya sangat berbeda dengan zaman nenek kita, termasuk percepatan di bidang teknologi,” ujarnya.

Hal itu disampaikan Gus Muwaffiq saat mengisi ‘pengajian milenial’ yang dihelat panitia Peringatan Maulidurrasul SAW 1441 Hijriyah Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (28/11) malam di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan.

Dikatakan, di zaman nenek dulu, dari jalan kaki ke roda membutuhkan waktu hingga ribuan tahun. Kemudian dari roda ke mesin, dari mesin ke kehidupan sekarang mengalami percepatan tidak lebih dari 20 tahun.

“Dari dunia hanya ketemu dalam satu titik, itulah yang namanya milenial,” tegasnya.

Disampaikan, dulu segala kebutuhan manusia seperti senter, musik, koran, radio, video, dan lain-lainnya harus beli satu persatu untuk memenuhi hajat hidup. Tapi sekarang semua hal itu tidak diperlukan lagi, karena saat ini semua kebutuhan itu sudah dipenuhi dalam satu alat yang namanya smartphone.

“Inilah yang namanya milenial, dunia yang disatukan oleh satu system yang namanya smartphone. Semua ada di sini,” beber Gus Muwaffiq sambil menunjukkan handphone terbarunya.

Menurutnya, milenial itulah target utama diutusnya seorang rasul yang bernama Muhammad SAW untuk menjadi rasul milenial. Rasul saat di mana manusia semua bertemu, saat manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya bagian dari perjalanan kehidupan dunia yang namanya rahmatan li alamin.

“Sejak dari awal Rasulullah sudah dicetak menjadi rasul masa depan. Rasul yang tidak suka kekerasan, karena gelombang dunia baru adalah gelombang yang penuh kasih sayang di mana di dalamnya terdapat berjuta perbedaan,” jelasnya.

Gus Muwaffiq mencontohkan, untuk bisa bermain terbang, di mana alat itu terdiri dari kayu dan kulit dan untuk bisa memainkan alat itu dibutuhkkan paku agar kayu dan kulit bisa menyatu, dan itu pakunya dibuat oleh bangsa China.

“Ini dunia baru, Nabi Adam saja belum pernah mengalami seperti itu,” tegasnya.

Pengajian milenial merupakan kegiatan baru di rangkaian peringatan maulidurrasul di Kanzus Sholawat. Acara yang berangsug di Lapangan Mataram dihadiri puluhan ribu umat Islam dari berbagai penjuru untuk menikmati lantunan musik kasidah dari Az-Zahir dan taushiyah Gus Muwaffiq berakhir hingga jam 02.00 dini hari.

Tampak hadir Wali Kota dan Waki Wali Kota Pekalongan, jajaran Pengurus NU Kota dan Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Pemalang puluhan tamu dari TNI dan Polri serta ratusan kiai dan habaib.

Pewarta: Abdul Muiz
Editor:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

NU Sragen: Maju Tidaknya LAZISNU Tergantung Pengurusnya

Pekalongan, Kabar Online Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Sriyanto mengungkapkan, berhasil tidaknya Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sangat tergantung kegesitan pengurus dalam mengelola LAZISNU. “Jika pengurusnya aktif, maka LAZISNU akan maju dan berkembang pesat. Akan tetapi jika pengurusnya biasa-biasa saja, maka LAZISNU tidak ada bedanya dengan […]

Peringati Hari Disabilitas, Wali Kota Serahkan Bantuan kepada Penyandang Cacat

Pekalongan, Kabar Online Peringati Hari Disabilitas Internasional tahun 2019, Wali Kota Pekalongan HM Saelany Mahfudz mengajak  kaum disabilitas untuk selalu bergembira bersama dan tetap mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada umat manusia. “Kita wajib bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita semua. Hal ini perlu saya sampaikan, agar kita […]