Wali Kota Harap Nikah Maulid Terus Dipertahankan

Pekalongan, Kabar Online
Wali Kota Pekalongan HM Saelany Mahfudz berharap kegiatan nikah maulid yang setiap tahun dihelat Panitia Peringatan Maulidurrasul di Kanzus Sholawat Pekalongan tetap bisa dipertahankan. Pasalnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat yang ingin menikah tetapi kesulitan dalam hal biaya.

“Tentu ini program yang sangat bagus, karena bisa membantu masyarakat yang ingin menikah akan tetapi kesulitan biaya,” ujarnya.

Hal itu disampaikan Wali Kota kepada Kabar Online, Jumat (29/11) usai menyerahkan tali asih kepada 22 pasang pengantin di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan.

Dijelaskan, meski beberapa organisasi juga melakukan hal yang sama, akan tetapi mereka yang ikut punya alasan tersendiri, termasuk ingin mendapatkan berkah dari kegiatan maulid yang dihelat Habib Luthfi.

“Semoga mereka yang mengikuti nikah maulid bisa membina keluarga yang sakinan, mawaddah wa rahmah,” pungkasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan H Ahmad Mundakir menjelaskan, dalam pelaksanaan nikah maulid, Kemenag Kota Pekalongan ditunjuk menjadi panitia penyelenggaranya. “Alhamdulillah tahun ini, kami bisa menikahkan sebanyak 22 pasangan dengan tanpa dipungut biaya,” jelasnya.

Kepala Kemenag juga mengajak kepada masyarakat yang belum menikah karena kesulitan biaya, bisa memanfaatkan momentum nikah maulid untuk mengesahkan pasangan sesuai UU Perkawinan. “Ini kesempatan yang baik untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas,” ungkapnya.

Seksi Nikah Maulid, H Agus Yahya kepada Kabar Online mengatakan, semula ada 25 pasangan calon pengantin yang mendaftar. Akan tetapi hingga H-1 ada beberapa pasangan  yang belum melengkapi persyaratannya, maka tahun ini hanya 22 pasangan yang dinikahkan.

“Soal persyaratan nikah saya harus teliti betul. Karena hal ini sangat krusial, jangan sampai ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk hal-hal yang tidak benar,” ungkapnya.

Dari 22 pasangan yang menikah, ada pasangan peserta dari luar kota ikut menikah yakni dari Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Sedangkan dari usia peserta tertua berumur 74 tahun dari Kota Pekalongan, sedangkan pasangan termuda berusia 21 tahun dari Kabupaten Pekalongan.

Pewarta: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

NU Sragen: Maju Tidaknya LAZISNU Tergantung Pengurusnya

Pekalongan, Kabar Online Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Sriyanto mengungkapkan, berhasil tidaknya Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sangat tergantung kegesitan pengurus dalam mengelola LAZISNU. “Jika pengurusnya aktif, maka LAZISNU akan maju dan berkembang pesat. Akan tetapi jika pengurusnya biasa-biasa saja, maka LAZISNU tidak ada bedanya dengan […]

Peringati Hari Disabilitas, Wali Kota Serahkan Bantuan kepada Penyandang Cacat

Pekalongan, Kabar Online Peringati Hari Disabilitas Internasional tahun 2019, Wali Kota Pekalongan HM Saelany Mahfudz mengajak  kaum disabilitas untuk selalu bergembira bersama dan tetap mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada umat manusia. “Kita wajib bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita semua. Hal ini perlu saya sampaikan, agar kita […]