Wali Kota Respons Laporan Warga Terkait Jembatan dan Pasar di Degayu

Pekalongan, Kabar Online
Wali Kota Pekalongan HM Saelany Mahfudz saat menggelar Ngaji Bareng dan Silaturahmi Ulama dan Umara se-Kota Pekalongan di Masjid Jami Al-Hidayah Clumprit, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Selasa (3/12) malam mendapat keluhan warga terkait masalah jembatan dan pasar krempyeng di Kelurahan Degayu.

Atas keluhan warga yang disampaikan pada saat silaturrahmi ulama dan umaro mendapat respons langsung dari Wali Kota dan memerintahkan dinas terkait untuk menindaklanjutinya.

“Inilah pentingnya umaro dan ulama bertemu warga. Warga bisa menyampaikan apa saja, keluhan, kritik, saran hingga permintaan fasilitas umum yang sekiranya pemerintah bisa memenuhi, ya akan segera dipenuhinya,” ujarnya.

Dimoderatori oleh Kepala Dinkominfo Kota Pekalongan, Yos Rosidi  berbagai hal disampaikan atau diusulkan oleh masyarakat Degayu seperti didirikannya SMP/MTs di Clumprit Degayu, perbaikan jembatan samping makam yang sudah goyang, pembuatan tanggul atau benteng tepian sungai, dan penertiban pasar tiban di Jalan Joko Tingkir.

“Terkait dengan pasar tiban jika tidak ditertibkan lama-lama dapat menetap dan menjadi pasar krempyeng. Lokasi yang ditetapkan bukan untuk pasar tentu akan mengganggu lingkungan terutama kelancaran jalan. Sebelumnya Pemkot telah menertibkan lapak yang sudah kumuh dan tidak terawat di Jalan Pelita II untuk mencegah timbulnya pasar krempyeng baru di Kota Pekalongan,” terang Saelany.

Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso mengaku akan mengerahkan anggotanya untuk memantau, meninjau, dan mengidentifikasi Jalan Joko Tingkir Degayu usai patroli dan operasi terpadu di Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu (5/12).

“Untuk solusi permanennya kita perlu rembugan dengan warga, lurah, tokoh masyarakat, dan pedagangnya. Harapannya kita bisa cari kompromi yang melindungi kepentingan masyarakat keseluruhan dan memberi ruang aktivitas itu, jika ada tempat lain yang digunakan bisa dijadikan alternatif,” pungkasnya.

Kegiatan silaturahmi ulama, umaro, dan masyarakat digelar secara rutin tiap bulan dari masjid ke masjid dengan menghadirkan ustadz untuk memberikan taushiyah.

Pewarta: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Ini Pedoman Hajatan Era New Normal di Kota Pekalongan

Pekalongan, Kabar OnlinePemerintah Kota Pekalongan mengeluarkan Surat Edaran Walikota Pekalongan Nomor 443.1/041 tentang Pedoman Penyelenggaraan Hajatan pada Tatanan Normal Baru Covid-19 di Kota Pekalongan. “Dalam rangka pencegahan, pengendalian, dan percepatan penanganan Covid-19 masyarakat yang ingin menyelenggarakan hajatan harus memenuhi ketentuan yang diterapkan,” ujar Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz, Senin (29/6). Dikatakan, untuk pelaksanaan akad […]

Monitoring New Normal Tempat Ibadah, Ini Skema Pemkot Pekalongan

Pekalongan, Kabar OnlineMasa pemberlakuan fase new normal atau adaptasi kebiasaan baru di Kota Pekalongan yang mulai diterapkan sejak Senin (8/6) lalu, membuat sejumlah tempat ibadah dibuka kembali, tak terkecuali gereja atau tempat ibadah untuk umat kristiani dan katolik. “Ini ketika Kota Pekalongan sudah dimulai New Normal, tempat peribadahan kita buka. Kami Pemerintah Kota Pekalongan beserta […]