Wali Kota: KJS Hanya untuk Warga Tak Mampu

Pekalongan, Kabar Online
Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz mengatakn, Kartu Jateng Sehat (KJS) merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Bantuan KJS dari Pemerintah Jawa Tengah yang kami serahkan ini merupakan bantuan bagi warga tidak mampu (miskin) non produktif yang belum tersentuh sama sekali program kesejahteraan sosial dari pemerintah sehingga mereka bisa terlindungi dari sisi kesehatan dan perekonomiannya,” ungkapnya.

Hal itu disampaikan Walikota saat dirinya menyerahkan kartu kepada 65 warga Pekalongan Utara di Aula Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu (8/1).

Dikatakan, bantuan KJS ini merupakan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah bagi warga tidak mampu yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan beras rakyat sejahtera.

Menurut Saelany, Kartu Jateng Sejahtera (KJS) yang diluncurkan Pemerintah Jawa Tengah sejak tahun 2016 ini dinilai berkontribusi untuk menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah khususnya di Kota Pekalongan yang besarannya senilai Rp250 ribu per bulan dan diserahkan setiap triwulan sekali.

“Kami bersyukur angka kemiskinan di Kota Pekalongan ini semakin turun, dari tahun 2018 mencapai 7,6 persen sekarang turun menjadi sekitar 6,7 persen. Program KJS ini memang harus tepat sasaran bagi penerima manfaatnya. Dengan bantuan KJS ini, kami berharap dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menerimanya,” tandasnya.

Camat Pekalongan Utara Sri Karyati menerangkan, dari 65 warga penerima bantuan KJS ini tersebar hampir merata seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Pekalongan Utara di antaranya Kelurahan Bandengan sebanyak 9 orang, Kandang Panjang 13 orang, Panjang Baru 4 orang, dan kelurahan lainnya.

“Bantuan triwulan ini sebenarnya merupakan alokasi bulan Desember kemarin. Database penerima bantuan KJS ini semuanya dari Pemerintah Provinsi yang oleh petugas TKSK kami diverifikasi ulang agar bantuan ini tepat sasaran, karena KJS ini hanya untuk orang miskin non produktif yang belum tercover oleh bantuan pemerintah lain. Jadi tidak ada yang menerima bantuan dobel,” tegas Karyati.

Kontributor: Abimanyu
Editor: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Atasi Limpasan, Pemkot Bangun Tanggul Darurat di Kali Loji

Pekalongan, Kabar OnlineDinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan membangun tanggul darurat di wilayah Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. “Hal ini dilakukan sebagai solusi mengatasi limpasan air dari Kali Loji agar tidak menggenangi pemukiman warga,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin. Diungkapkan, tanggul darurat yang […]

Cegah Covid-19, Wali Kota Resmikan Kampung Tangguh

Pekalongan, Kabar OnlineKampung Tangguh Nusantara Candi di Jalan Permata RW IX Kelurahan Podosugih dan RW 7 dan 12 Binagriya Blok A, Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan telah diresmikan oleh Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz bersama Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Egy Andrian Suez, Selasa (23/6). Dua kampung ini merupakan kampung yang dibangun dengan […]