Antisipasi Bencana, Pemkot Pekalongan Gelar Koordinasi dengan Instansi Terkait

Pekalongan, Kabar Online
Aantisipasi bencana yang terjadi di musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB) gelar rapat koordinasi Penanggulangan Bencana di Ruang Jetayu Setda Kota Pekalongan, Rabu (8/1).

Koordinasi yang melibatkan Dinsos P2KB, BPBD, DPUPR, Dinperkim, Camat, dan Lurah di Kota Pekalongan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana di Kota Pekalongan.

Plt Dinsos P2KB Kota Pekalongan, Budiyanto menerangkan bahwa rapat koordinasi penanggulangan bencana ini untuk menyamakan persepsi sehingga sinergi dalam menanggulangi bencana.

“Selama ini jika ada masalah bencana, kelurahan buntu dan bingung untuk mengomunikasikan ke siapa. Maka dari itu usai koordinasi ini akan dibentuk tim di tingkat kelurahan, RT, dan RW,” papar Budi.

Budi meminta agar para lurah mulai membentuk tim, tim ini nantinya akan dihubungkan melalui grup. Banyak hal yang dapat dikomunikasikan mulai dari titik pengungsian, dapur umum, dan penanggung jawab logistiknya.

“Pada praktiknya nanti BPBD yang mengevakuasi dari tempat bencana ke lokasi yang aman. Jika tak ada bencana, Dinsos P2KB hanya akan melakukan pengamatan,” tegas Budi.

Usai koordinasi dengan lurah dan camat, Budi mengaku akan koordinasi pula dengan OPD lain dan instansi lainnya seperti TNI/Polri, dan PMI. Kemudian juga dengan organisasi di masyarakat seperti Tagana, Karangtaruna, Banser, Kokam, dan sebagainya.

“Koordinasi dengan OPD seperti DPUPR yakni komunikasi terkait 24 pompa dan penangan sampah dengan DLH. Dengan instansi lainpun harus dikomunikasikan agar dapat sinergi. Selain itu, untuk organisasi masyarakat yang akan terlibat kami tanyakan perannya atau bentuk partisipasi mereka misalnya ikut memasak di dapur umum, evakuasi, dan sebagainya,” jelas Budi.

Di samping akan menyiapkan dapur umum dengan logistikc yang telah disiapkan oleh Dinsos P2KB, pedagang di warung-warng kecil juga telah disounding untuk memasakkan nasi.

“Rata-rata tiap warung 300-500 bungkus dan kami sudah sounding ke 15 warung jadi jumlahnya kisaran 7 ribu bungkus. Koordinasi sejak awal ini juga akan mempermudah informasi penyaluran logistik mentah, nasi bungkus, dan bantuan lainnya. Penyaluran ini akan berjalan dnegan lancer jika komunikasi dan koordinasi kita bangun dari sekarang, sehingga bantuan nantinya cepat dan tepat sasaran,” papar Budi.

Disampaikan Budi bahwa Kota Pekalongan juga mendapat bantuan 100 ton beras dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, ini akan diambil jika terjadi bencana. Kemudian terkait bantuan untuk rumah roboh juga telah disiapkan oleh Pemkot.

“Bantuan sosial rumah roboh dananya telah siap di BKD, bantuan ini akan diberikan setelah ada kajian dari Dinsos P2KB yang disesuaikan dengan kajian dari BPBD,” pungkas Budi.

Kontributor: Abimanyu
Editor: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Ini Pedoman Hajatan Era New Normal di Kota Pekalongan

Pekalongan, Kabar OnlinePemerintah Kota Pekalongan mengeluarkan Surat Edaran Walikota Pekalongan Nomor 443.1/041 tentang Pedoman Penyelenggaraan Hajatan pada Tatanan Normal Baru Covid-19 di Kota Pekalongan. “Dalam rangka pencegahan, pengendalian, dan percepatan penanganan Covid-19 masyarakat yang ingin menyelenggarakan hajatan harus memenuhi ketentuan yang diterapkan,” ujar Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz, Senin (29/6). Dikatakan, untuk pelaksanaan akad […]

Monitoring New Normal Tempat Ibadah, Ini Skema Pemkot Pekalongan

Pekalongan, Kabar OnlineMasa pemberlakuan fase new normal atau adaptasi kebiasaan baru di Kota Pekalongan yang mulai diterapkan sejak Senin (8/6) lalu, membuat sejumlah tempat ibadah dibuka kembali, tak terkecuali gereja atau tempat ibadah untuk umat kristiani dan katolik. “Ini ketika Kota Pekalongan sudah dimulai New Normal, tempat peribadahan kita buka. Kami Pemerintah Kota Pekalongan beserta […]