Warga Terdampak Rob Bangga NU Pekalongan Hadir Salurkan Bantuan

Pekalongan, Kabar Online
Warga terdampak rob bergembira melihat Nahdlatul Ulama (NU) hadir di tengah-tengah mereka. Pasalnya, banjir yang diakibatkan kenaikan air laut Pantai Utara (Pantura) Pekalongan sejak sepekan terakhir sungguh menyedihkan. Kehadiran NU bagi mereka bisa menjadi obat di tengah kesedihan.

Alhamdulillah, NU beserta seluruh badan otonomnya bergerak cepat membantu warga memberikan makanan siap saji, bantuan beras, obat-obatan, dan makanan ringan,” ujar Muhyidin (60) warga Perumahan Slamaran Indah, Jumat (12/6).

Dikatakan, dalam kondisi air yang naik hingga sepinggang orang dewasa, warga tidak bisa beraktivitas sama sekali. Sebagian besar mengungsi di tempat yang lebih tinggi, di antaranya di masjid.

“Bahkan meski terdampak rob, ibu-ibu Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU warga perumahan bergotong royong mendirikan dapur umum untuk menyediakan makanan, miuman, dan obat-obatan, ini sangat luar biasa,” ucapnya.

Dijelaskan, banjir yang diakibatkan oleh air laut pasang kali ini merupakan terparah sejak dirinya tinggal di perumahan Slamaran yang dekat dengan pantai.

“Dulu tidak mengira, jika perumahan ini merupakan yang terdampak yang paling parah,” ungkap Muhyidin yang juga aktif di Ranting NU Krapyak ini.

Ketua Posko NU Kota Pekalongan Peduli Agus Rofiqi mengatakan, sejak banjir rob melanda di sebagian besar Pekalongan Utara, NU Kota Pekalongan bergerak cepat mengidentifikasi kebutuhan yang paling diperlukan warga.

“Begitu diputuskan mendirikan dapur umu di Gedung Aswaja, berbagai bantuan berupa uang tunai, beras, lauk pauk, dan tenaga relawan terus mengalir ke Posko. Alhamdulillah Posko NU Peduli setiap harinya berhasil menyalurkan makanan rata-rata 1500 nasi bungkus,” paparnya.

Komunitas sepeda republik MTB serahkan bantuan untuk korban rob ke PCNU Kota Pekalongan

Masyarakat Peduli Rob
Dikatakan, hingga Jumat kemarin pihaknya telah menerima uang tunai dari masyarakat peduli rob sebesar Rp30 juta, bantuan nasi bungkus dari ranting-ranting NU, LAZISNU Temanggung dan Kulon Progo, uang tunai dari nahdliyin Australia, juga dari komunitas sepeda republik MTB berupa beras, mie instan, telur, susu, dan obat-obatan dan keperluan anak-anak.

“Semua telah kami salurkan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Agus Rofiqi.

Disampaikan, selaku koordinator dan mewakili PCNU Kota Pekalongan dirinya mengucapkan terima kasih kepada relawan NU Peduli dan donatur yang telah mempercayakan kepada NU untuk menyalurkan bantuan.

“Semoga amal jariyahnya diterima oleh Allah SWT,” ucap pria yang juga Ketua PC Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Pekalongan ini.

Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom mengatakan, NU hadir tidak hanya pada saat rob saja. Jauh sebelumnya ketika pandemi Covid-19 melanda Kota Pekalongan, NU bergerak cepat mendirikan Posko pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, sampai saat ini tingkat perkembangan panemi Covid-19 di Kota Pekalongan termasuk paling rendah di Jawa Tengah,” jelasnya.

Bahkan, lanjut dia, pada banjir rob pihaknya menggandeng Pimpinan Cabang Rabithah Alawiyah Kota Pekalongan untuk bersama-sama bergerak membantu warga terdampak rob.

“Inilah bentuk kebersamaan kami dengan organisasi para habaib di Kota Pekalongan untuk hadir di tengah-tengah warga yang terkena musibah,” pungkasnya.

Pewarta: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Ini Pedoman Hajatan Era New Normal di Kota Pekalongan

Pekalongan, Kabar OnlinePemerintah Kota Pekalongan mengeluarkan Surat Edaran Walikota Pekalongan Nomor 443.1/041 tentang Pedoman Penyelenggaraan Hajatan pada Tatanan Normal Baru Covid-19 di Kota Pekalongan. “Dalam rangka pencegahan, pengendalian, dan percepatan penanganan Covid-19 masyarakat yang ingin menyelenggarakan hajatan harus memenuhi ketentuan yang diterapkan,” ujar Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz, Senin (29/6). Dikatakan, untuk pelaksanaan akad […]

Monitoring New Normal Tempat Ibadah, Ini Skema Pemkot Pekalongan

Pekalongan, Kabar OnlineMasa pemberlakuan fase new normal atau adaptasi kebiasaan baru di Kota Pekalongan yang mulai diterapkan sejak Senin (8/6) lalu, membuat sejumlah tempat ibadah dibuka kembali, tak terkecuali gereja atau tempat ibadah untuk umat kristiani dan katolik. “Ini ketika Kota Pekalongan sudah dimulai New Normal, tempat peribadahan kita buka. Kami Pemerintah Kota Pekalongan beserta […]