New Normal Pesantren, Pemkot Latih Protokol Kesehatan bagi Santri

Pekalongan, Kabar Online
Janji Pemerintah Kota Pekalongan, akan menggelar pelatihan tentang protokol kesehatan bagi pesantren se-Kota Pekalongan pada pertemuan dengan pengasuh pesantren pekan lalu akhirnya dilaksanakan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Jetayu Pemkot Pekalongan pada Selasa (16/6) diikuti perwakilan pesantren dan panti asuhan se-Kota Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz mengungkapkan, pelatihan ini awalnya merupakan usulan dari para pengasuh pesantren beberapa waktu lalu. Menurut Saelany, dengan pelatihan ini nantinya pesantren di Kota Batik itu bisa menerapkan protokol kesehatan secara mandiri dalam rangka masa new normal (kenormalan baru) dan pencegahan Covid-19.

“Pelatihan tentang keahlian dan pengetahuan protokol kesehatan untuk pesantren di Kota Pekalongan ini penting karena saat ini Pekalongan kedatangan para santri dari luar daerah sehingga harus diantisipasi bersama melalui pemeriksaan kesehatan secara mandiri oleh pesantren berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat,” ujarnya.

Dikatakan, Pemkot juga memberikan bantuan thermogun dan uang makan bulanan untuk membantu pesantren yang ada di Kota Pekalongan. Ditegaskan, penerapan protokol kesehatan ini juga diharapkan dilakukan bagi pemerintah daerah lainnya yang mengirimkan para santrinya mondok di Kota Pekalongan.

“Sebaliknya, santri luar daerah yang mondok di Kota Pekalongan juga wajib sudah diperiksa kesehatannya dan menerapkan protokol kesehatan sehingga para pengasuh pesantren dapat tenang menghadapi kembalinya para santri ke pondok. Sebaliknya, para santri juga dapat tenang saat belajar,” terang Saelany.

Ketua Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kota Pekalongan KH Kholid Ma’rufi mengaku gembira usulan pelatihan protokol kesehatan bagi pesantren direalisasikan pemerintah.

“Kami menyambut gembira Pemerintah Kota Pekalongan merealisasikan janjinya untuk melatih santri-santri untuk protokol kesehatan di lingkungan pesantren,” ucapnya.

Dikatakan, pelatihan yang diusulkan menjadi bagian penting untuk secara bersama-sama mencegah mewabahnya Covid-19 khususnya di lingkungan pesantren. “Dengan pelatihan ini, maka segala hal yang terkait dengan kesehatan santri bisa dideteksi sedini mungkin, termasuk langkah penanganannya,” bebernya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz, Asisten Pemerintahan Setda Soesilo, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto, Kepala Bagian Kesra Slamet Mulyo, Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kemenag Kota Pekalongan HM Nadhif, para pengurus dan perwakilan santri senior pesantren dan panti asuhan yang ada di Kota Pekalongan.

Pewarta: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Ini Pedoman Hajatan Era New Normal di Kota Pekalongan

Pekalongan, Kabar OnlinePemerintah Kota Pekalongan mengeluarkan Surat Edaran Walikota Pekalongan Nomor 443.1/041 tentang Pedoman Penyelenggaraan Hajatan pada Tatanan Normal Baru Covid-19 di Kota Pekalongan. “Dalam rangka pencegahan, pengendalian, dan percepatan penanganan Covid-19 masyarakat yang ingin menyelenggarakan hajatan harus memenuhi ketentuan yang diterapkan,” ujar Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz, Senin (29/6). Dikatakan, untuk pelaksanaan akad […]

Monitoring New Normal Tempat Ibadah, Ini Skema Pemkot Pekalongan

Pekalongan, Kabar OnlineMasa pemberlakuan fase new normal atau adaptasi kebiasaan baru di Kota Pekalongan yang mulai diterapkan sejak Senin (8/6) lalu, membuat sejumlah tempat ibadah dibuka kembali, tak terkecuali gereja atau tempat ibadah untuk umat kristiani dan katolik. “Ini ketika Kota Pekalongan sudah dimulai New Normal, tempat peribadahan kita buka. Kami Pemerintah Kota Pekalongan beserta […]