Ini Pedoman Hajatan Era New Normal di Kota Pekalongan

Pekalongan, Kabar Online
Pemerintah Kota Pekalongan mengeluarkan Surat Edaran Walikota Pekalongan Nomor 443.1/041 tentang Pedoman Penyelenggaraan Hajatan pada Tatanan Normal Baru Covid-19 di Kota Pekalongan.

“Dalam rangka pencegahan, pengendalian, dan percepatan penanganan Covid-19 masyarakat yang ingin menyelenggarakan hajatan harus memenuhi ketentuan yang diterapkan,” ujar Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz, Senin (29/6).

Dikatakan, untuk pelaksanaan akad nikah ketentuan yang harus diterapkan yakni disiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat prosesi akad nikah, pintu masuk dibuat atau disesuaikan untuk mempermudah dalam pengecekan, penyediaan tempat cuci tangan, dan sabun atau hand sanitizer serta alat pengukur suhu.

“Apabila terdapat warga dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat atau dengan gejala pilek, batuk, atau sesak nafas, maka tidak diizinkan untuk mengikuti acara, dan segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan,” terangnya.

Wali Kota menyebutkan bahwa pelaksanaan akad nikah waktunya terpisah dengan pelaksanaan walimatul ursy/pesta pernikahan/tasyakuran. Jika pengiring atau calon pengantin dan keluarga yang berasal dari luar Kota Pekalongan diwajibkan menunjukkan Surat Keterangan Sehat atau bebas Covid-19.

“Dalam pelaksanaannya waktu harus dipercepat, tidak ada berjabat tangan atau berpelukan. Orang yang berada di situ wajib mengenakan masker. Selain itu penyelenggara juga harus membatasi jumlah tamu yang hadir paling banyak 10 orang (dilaksanakan di rumah atau KUA) dan sebanyak-banyaknya 30 orang (dilaksanakan di masjid atau gedung pertemuan),” papar Saelany.

Wali Kota Pekalongan sampaikan tata aturan gelar hajatan di era new normal

Pada prosesi akad nikah calon pengantin lanjutnya, wali nikah, saksi nikah, petugas pencatat nikah selain menggunakan masker wajah juga harus menggunakan sarung tangan dan jaga jarak satu meter.

“Pada pelaksanaan walimatul ursy pengaturannya sama dengan pelaksanaan akad nikah. Tentunya dengan membatasi jumlah tamu yang hadir, paling banyak 30 orang,” tegasnya.

Selain hajatan pernikahan, Pemkot Pekalongan juga mengatur pelaksanaan walimatul khitan yang pengaturan juga sama dengan pelaksanaan akad dengan membatasi jumlah tamu yang hadir paling banyak 30 orang.

“Saya berpesan agar para camat dan lurah untuk melakukan monitoring dan evaluasi bersama TNI/Polri di tingkat wilayah masing-masing atas pelaksanaan hajatan dan melaporkan kepada Gugus Tugas Tingkat Kota,” pungkas Saelany.

Kontributor: Abimanyu
Editor: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Habib Luthfi: Pertahanan Nasional Bukan Hanya Militer Saja

Pekalongan, Kabar OnlineAnggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan mengatakan, pertahanan nasional bukan hanya militer atau Polri saja. Akan tetapi, termasuk ekonomi, pertanian, dan lain-lain. “Dalam hal ketahanan ekonomi, kehadiran Usaha, Kecil, dan Menengah (UKM) sangat membantu membangkitkan ekonomi Indonesia,” ujarnya di hadapan ratusan pelaku UKM di Pekalongan yang hadir dalam […]

Sasar Santri untuk Dorong Percepatan KUMKM

Pekalongan, Kabar OnlineKegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUKM) melalui Pelatihan Terpadu dan Penyerahan Program Strategis oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM). Gelaran yang mengusung tema ‘KUMKM Eksis dan Mampu Beradaptasi pada Masa Pandemi dan New Normal Covid-19’ dihelat di Fuchsia Ballroom Hotel Dafam Kota Pekalongan menyasar […]