Monitoring New Normal Tempat Ibadah, Ini Skema Pemkot Pekalongan

Pekalongan, Kabar Online
Masa pemberlakuan fase new normal atau adaptasi kebiasaan baru di Kota Pekalongan yang mulai diterapkan sejak Senin (8/6) lalu, membuat sejumlah tempat ibadah dibuka kembali, tak terkecuali gereja atau tempat ibadah untuk umat kristiani dan katolik.

“Ini ketika Kota Pekalongan sudah dimulai New Normal, tempat peribadahan kita buka. Kami Pemerintah Kota Pekalongan beserta jajaran keliling melakukan monitoring di tempat beribadatan, salah satunya di Gereja Agape ini,” ujarnya Ahad (28/6) kemarin.

Dikatakan, dirinya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan keagamaan di gereja tersebut sudah melaksanakan sejumlah protokol kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah seperti sudah adanya tempat cuci tangan di beberapa sudut, petugas pemeriksa suhu tubuh jemaat gereja, bahkan penataan ruangan peribatan diterapkan jaga jarak aman antara sisi satu dengan sisi lainnya.

Wali Kota Pekalongan saat kunjungi Gereja Agape

“Kami cukup senang bahwa pedoman protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah di gereja ini sudah dilakukan sebaik-baiknya, misalnya untuk tempat cuci tangan tidak hanya 1 tempat saja guna menghindari kerumunan, ketika masuk dicek suhu menggunakan thermogun dan penataan ruangan sudah diberi jarak,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Saelany juga memberikan dana hibah dari Pemerintah Kota Pekalongan sebesar Rp150 juta rupiah yang digunakan untuk menunjang perawatan sarana dan prasarana gereja tersebut.

“Pada hari ini juga kami membantu Rp150 juta kepada gereja untuk memperbaiki sarana dan prasarana gereja, semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Untuk tempat ibadah lain juga akan kami perhatikan dan dianggarkan secara bertahap untuk tahun depan,” terang Saelany.

Majelis Gereja Agape Kota Pekalongan Sugijantohartojo mengungkapkan, sejak (14/6) kemarin, Gereja Agape sudah dibuka untuk tempat peribadatan jemaat dengan menerapka protokol kesehatan secara ketat.

Pihaknya berharap dengan penerapan yang ketat ini guna memberikan keamanan dan perlindungan jemaat yang akan beribadah dan pandemi Covid-19 di Kota Pekalongan bisa benar-benar sirna.

“Kami telah menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah seperti cuci tangan, wajib menggunakan masker, social distancing. Kami mulai sejak 14 Juni kemarin dengan sebelumnya sudah skema ibadah sudah disiapkan sesuai anjuran tersebut,” jelas Wawan.

Disampaikan, hal ini akan dilakukan sampai wabah Covid-19 ini benar-benar hilang di Indonesia khususnya Kota Pekalongan sehingga kita semua bisa terbebas dari pandemi Covid-19 dan menjalankan aktivitas seperti sediakala.

Kontributor: Abimanyu
Editor: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Habib Luthfi: Pertahanan Nasional Bukan Hanya Militer Saja

Pekalongan, Kabar OnlineAnggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan mengatakan, pertahanan nasional bukan hanya militer atau Polri saja. Akan tetapi, termasuk ekonomi, pertanian, dan lain-lain. “Dalam hal ketahanan ekonomi, kehadiran Usaha, Kecil, dan Menengah (UKM) sangat membantu membangkitkan ekonomi Indonesia,” ujarnya di hadapan ratusan pelaku UKM di Pekalongan yang hadir dalam […]

Sasar Santri untuk Dorong Percepatan KUMKM

Pekalongan, Kabar OnlineKegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUKM) melalui Pelatihan Terpadu dan Penyerahan Program Strategis oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM). Gelaran yang mengusung tema ‘KUMKM Eksis dan Mampu Beradaptasi pada Masa Pandemi dan New Normal Covid-19’ dihelat di Fuchsia Ballroom Hotel Dafam Kota Pekalongan menyasar […]