PNS Harus Jadi Teladan Pencegahan Covid-19

Pekalongan, Kabar Online
Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi pelopor dan teladan untuk pencegahan Covid-19 di Kota Pekalongan.

“ASN harus menjadi teladan di tengah masyarakat, jika semua aparat pemerintah melakukannya, maka masyarakat dengan sendirinya akan mengikutinya sehinga pencegahan penyebaran Covid-19 akan lebih efektif,” ujarnya.

Hal ini diungkapkan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10). “Kami prihatin, Kota Pekalongan masuki zona merah dan melihat bertambahnya kasus Covid-19 baru di kalangan ASN usai gerakan swab massal,” ungkapnya.

“Saya tekankan ASN agar betul-betul menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sikap ini yang harus dicontohkan kepada masyarakat. Bahkan jika ASN melanggar ini hukumnya tentu harus lebih berat daripada masyarakat umum,” sambung Saelany.

Dikatakan, adanya kasus Covid-19 pada klaster perkantoran ini, dirinya meminta agar ASN semakin berhati-hati. Sebelum masuk kantor memang dilakukan pemeriksaan suhu, kendati demikian di lingkungan masyarakat juga harus tetap menjaga.

“Covid-19 bisa dari manapun, yang harus dilakukan adalah waspada dan menerapkan protokol kesehatan dimanapun. Kami telah terapkan jam kantor lebih pendek, setiap Senin-Kamis pelayanan kantor mulai pukul 08.00-15.00, pada Jumatnya pukul 08.00-11.00,” jelasnya.

Wali Kota mendorong agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggalakkan swab massal. Namun harannya hasil yang didapat tak banyak kasus Covid-19 lagi. “Semoga kedisiplinan ASN dan masyarakat semakin meningkat dan kasus semakin berkurang,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto menerangkan bahwa ASN di Kota Pekalongan telah didorong untuk mengikuti swab. Seperti yang dilaksanakan di Dinkominfo Kota Pekalongan dan kemaren di Kecamatan Pekalongan Utara.

“Ini agar mereka mengetahui status positif atau negatif Covid-19. Ini tak hanya kami dorong untuk ASN, bahkan di tingkat kelurahan juga kami dorong. Untuk tes swab ini gratis, pengambilan swab menggunakan APBD Kota Pekalongan sebesar Rp1,5 milyar,” pungkas Budi.

Kontributor: Abimanyu
Editor: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Padat Karya Antisipasi Banjir Sasar Empat Titik

Pekalongan, Kabar OnlinePemerintah Kota Pekalongan berupaya mengentaskan pengangguran di Kota Pekalongan salah satunya melalui program padat karya yang digalakkan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan. Jelang musim hujan ini padat karya yang melibatkan 276 tenaga ini menyasar empat titik yakni Sungai Bremi di Kelurahan Tirto, normalisasi saluran di Kelurahan Klego, normalisasi saluran di […]

Pemkot Sukses Raih Opini WTP 5 Kali Berturut-Turut

Pekalongan, Kabar OnlinePrestasi kembali ditorehkan Pemerintah Kota Pekalongan atas apresiasi dan penghargaan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Penghargaan atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2019 dengan capaian WTP tersebut secara simbolis diserahterimakan melalui Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kota Pekalongan Wahyu […]