Tekan Penyebaran Covid, Pemkot Perpanjang PPKM

Pekalongan, Kabar Online
Pemerintah pusat memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) sampai 8 Februari 2021 di sejumlah daerah.

Menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat tersebut yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 02 Tahun 2021 tentang PPKM untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 dan Surat Gubernur Jawa Tengah Nomor 443.5/0001159 tanggal 25 Januari 2021 tentang PPKM dan Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan pun memberlakukan PPKM diperpanjang terhitung mulai tanggal 26 Januari 2021 sampai dengan 8 Februari 2021 mendatang.

Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz mengungkapkan bahwa meski dari hasil evaluasi PPKM tahap I selama 2 minggu sebelumnya, angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pekalongan mengalami penurunan, namun pihaknya tidak ingin sekalipun lengah dan tetap mengupayakan agar penyebaran Covid-19 di Kota Pekalongan ke depan bisa semakin ditekan.

Dengan nantinya ada perpanjangan PPKM tersebut Saelany menegaskan, masyarakat diminta mematuhi jam operasional kegiatan yang sudah ditentukan. Pembatasan kegiatan dilakukan pada berbagai sektor, yakni sektor perdagangan, perkantoran, pendidikan, institusi pemerintah, keagamaan, kegiatan sosial, pariwisata, dan sebagainya.

“Untuk PPKM di Kota Pekalongan sesuai arahan Pemerintah Pusat, maka kami lakukan perpanjangan kembali mulai hari ini hingga 8 Februari 2021 mendatang. Pemerintah Kota Pekalongan sudah melakukan beberapa kebijakan di antaranya kegiatan perkantoran dapat beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan pengurangan jam kerja, yakni mulai pukul 08.00-14.00 WIB (Senin-Kamis) dan pukul 08.00-11.00 WIB (Jumat), serta menerapkan Work From Home (WFH) bagi pegawai yang sakit, berisiko tinggi, maupun ibu hamil,” terangnya, Selasa(26/1).

Selain itu, lanjut wali kota, jam operasional pusat perbelanjaan dan rumah makan/restoran dibatasi hingga pukul 20.00 WIB, sedangkan kafe/kegiatan sejenis sampai pukul 21.00 dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat. Sanksi akan diberikan pada para pemilik usaha yang melanggar aturan tersebut.

Dalam kebijakan PPKM tersebut juga mewajibkan kegiatan belajar mengajar di semua tingkatan (TPQ, Madin,TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SLTA/MA, perguruan tinggi) dilakukan secara daring.

“Sedangkan, kegiatan ibadah keagamaan dapat dilakukan secara berjamaah dengan pembatasan kuota 50 persen dari kapasitas yang tersedia dan menerapkan prokes ketat. Tempat hiburan/karaoke wajib tutup, kegiatan di pasar rakyat dibatasi kapasitas dan jam operasionalnya hingga pukul 17.00 WIB,” paparnya.

Saelany meminta, OPD terkait beserta jajarannya lebih meningkatkan koordinasinya dalam pemberlakuan PPKM ini, termasuk melibatkan para camat, bersama Forkopimcam dan lurah serta tingkatan di bawahnya (RT/RW) dapat melaksanakan kebijakan di wilayah masing-masing seperti mengaktifkan program Jogo Tonggo.

Kontributor: Abimanyu
Editor: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Jalan Hayam Wuruk Pekalongan Bakal Diujicobakan Dua Arah

Pekalongan, Kabar OnlineJalan Hayam Wuruk Kota Pekalongan yang awalnya ditetapkan Sistem Satu Arah (SSA) dari arah barat akan diujicobakan dua arah khusus untuk roda dua yakni dari arah timur sampai dengan simpang tiga Pasar Anyar. “Ini hasil dari Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) yang belum lama ini digelar di Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota […]

Susun RPJMD, Wali Kota Pekalongan Kebut Program-program Prioritas

Pekalongan, Kabar OnlinePemerintah Kota Pekalongan mulai memasukan program-program prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) selama lima tahun ke depan. Secara garis besar tidak terlalu jauh dari program pemerintahan sebelumnya. “Program-program prioritas yang terus dikebut di antaranya penuntasan bencana banjir rob, kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan peningkatan infrastruktur serta sarana dan prasarana olahraga dan kesenian,” […]