Banyak Hoaks Covid-19, Warganet Harus Lebih Bijak di Medsos

Pekalongan, Kabar Online
Kondisi penyebaran informasi yang salah atau hoaks di era digital penyebarannya sangat masif, termasuk yang berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang berlangsung saat ini. Kondisi diperparah karena masih ada oknum tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja membuat dan menyebarkan hoaks.

Kepala Dinkominfo Kota Pekalongan Yos Rosyidi menjelaskan, kondisi saat ini masyarakat tidak hanya sedang menghadapi pandemi Covid-19, melainkan juga dihadapkan dengan infodemic, dimana terjadi pandemi informasi yang menyuguhkan berbagai informasi yang tidak jelas sumbernya, tidak mengandung akurasi yang benar yang bisa melemahkan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang sedang dilakukan pemerintah.

“Oleh karena itu, masyarakat perlu bijak menyikapi hal tersebut. Pasalnya, informasi-informasi yang ada di medsos jangan ditelan mentah-mentah dan harus dikroscek kembali sumbernya yang jelas,” ucapnya.

“Kemudian bagi media online maupun media arus utama (Media Mainstream), kami mengharapkan bisa menyuguhkan informasi-informasi yang bersifat positif. Misalnya informasi kesembuhan-kesembuhan pasien Covid-19, upaya masyarakat untuk memberikan bantuan kepada pasien isolasi mandiri (isoman), dan tindakan-tindakan positif lainnya yang menimbulkan harapan kepada para penderita Covid-19 itu perlu di up lebih jauh,” sambungnya.

Disampaikan, masyarakat terkadang dibingungkan mengenai informasi yang ada di medsos terutama broadcast pesan di WhatsApp, facebook, dan sebagainya yang berseliweran, yang mana terkadang informasi tersebut tidak mendukung penanganan Covid-19 dan seakan-akan dianggap benar.

“Jangan mudah percaya terhadap broadcast yang ada di WhatsApp maupun medsos lainnya tanpa mengenai kejelasan sumbernya. Karena saat ini pandemi informasi yang beredar hampir 60 persen tidak mengandung kebenaran (hoaks) sehingga harus diteliti dan betul-betul kroscek sumbernya sebagai rujukan,” pungkasnya.

Kontributor: Abimanyu
Editor: Abdul Muiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Releated

Pasien Meninggal Akibat Covid-19, 100% Belum Vaksin

Pekalongan, Kabar OnlineKasus Covid-19 yang meninggal dunia di RSUD Bendan Kota Pekalongan 100% belum disuntik vaksin sebelumnya. Menindaklanjuti hal tersebut Direktur Utama RSUD Bendan, dr Junaidi Wibawa mengimbau agar masyarakat Kota Pekalongan vaksinasi Covid-19 untuk mengurangi risiko. “Data di DKI Jakarta yang dipaparkan Anis Baswedan hampir 99% pasien Covid-19 yang meninggal belum di vaksin. Ini […]

Biaya Swab PCR Turun

Pekalongan, Kabar OnlineRrumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan Kota sudah mengoperasionalkan alat PCR sejak November 2020. Diagnosis dari PCR ini standar emas untuk melihat positif tidaknya Covid-19. “Dalam pelayanan tes swab PCR RSUD Bendan mengikuti instruksi batasan harga,” ungkap Direktur Utama RSUD Bendan dr Junaidi Wibawa, Jumat (20/8). Dikatakan, meski saat booming dulu dan harga-harga […]